hello hello aku lagi bosen nih dan akhirnya aku iseng iseng nulis, eh tau tau jadi 1 cerpen.. hahaha.. yaudahlah aku share aja ke blog, aku disini bukan seorang penulis handal ya guys,, aku hanya suka nulis aja, aku masih harus banyak belajar, jadi maaf ya kalau cerpen yang aku tulis ini nge Bosenin, atau Klise atau Jadul .. jadi tolong kasih saran nya kurang apa? atau harus gimana. terimakasih...
oke check it out guys... :):)
Hay guys,, dia Siska anak baru di SMPN 2 Taman. Ternyata
pindah sekolah itu gak seburuk yang dia fikirkan lo…, dia berfikir kalau anak
baru itu pasti bakal di bully, terus gak punya temen deh. Tapi ternyata itu semua
salah guys. Justru dia punya banyak temen di sini bahkan dalam waktu 3 bulan
dia udah punya 6 sahabat yang ngertiin dia. And they’re… Octa, Agita, Slati, Erita,
Erza dan Ferdi. Dia seneng banget bisa punya sahabat yang baik dan selalu ada
di saat dia butuh mereka. Hari-harinya yang tadinya gak ada canda tawa seakan
terkena sihir sehingga hari-harinya sekarang penuh dengan canda tawa.
Seperti
biasa, mereka selalu menjemputnya untuk berangkat sekolah barsama ”siska… siska..
Ayo berangkat!” kata Agita.
“iya, bentar!” jawabnya dari dalam rumah.
”Siskamsek, siskamsek.. dari dulu sampai sekarang masih aja
lamban.” sahut Rita dan Erza bersamaan.
”Ya ya aku tahu aku lamban.!”jawabnya sedikit kesal.
”mbyuh…mbyuh…mbyuh….”jawab Ersa.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai di
sekolah. Sesampainya di sekolah mereka langsung masuk ke kelas.
Lima
menit kemudian bel sekolah pun berbunyi “ tet…..tet…” yeah jam pelajaran
pertama adalah fisika, pelajaran yang dibenci oleh Erita, Ersa dan termasuk
Sisca. merekapun tidak terlalu semangat saat pelajaran fisika. Karna menurut
mereka pelajaran ini sangat ribet, sulit di tambah lagi gurunya yang gak asyik,
hem…lengkap sudaaahh. 2 jam berlalu kini tibalah mata pelajaran kesukaan Sisca
dan Ersa ya Biologi. Yeah Biologi menurut mereka pelajaran yang menyenangkan, asyik
di tambah lagi gurunya yang ramah. Mereka berdua sangat senang saat pelajaran
berlangsung.
Tiba-tiba saja bel istirahat
berbunyi “tet……tet…”semua anak berhamburan keluar dengan berbagai macam
ekspresi ada yang lagi senang, ada yang lagi galau dan ada juga yang tanpa
ekspresi. mereka ber-6 slalu pergi ke perpus untuk membaca novel dan komic, eh
salah maksudnya berlima, soalnya ferdi gak suka ke perpus. mereka sedang mencari-cari
buku yang ingin mereka baca. Tiba-tiba saja Agita berteriak sambil
loncat-loncat kegirangan
“ye…ada novel baru terjemahan”.
Semua anak yang ada
di perpus pun melonggo melihat tingkah Agita.
”beb jangan
teriak-teriak donk anak-anak pada ngelihatin tu lo..” kata Sisca
”tu git dah ingetin
bebeb lo tu…..,jangan loncat-loncat”sambung octa.
”he.. he.. ya..maap” jawab
Agita.
Semua anak asyik dengan buku yang dibaca , ada yang tertawa
terbahak-bahak, ada yang nangis dan ada juga yang biasa saja. Oh ya, jangan
pernah berfikir kalau Sisca sama Gita itu lesby ya… Sisca panggil Agita beb
karna cuma Sisca dan Gita yang punyak masalah sama ya masalah cinta alias cowok
hmm… maklumlah anak ABG.
“Tet…tet….” bel pun berbunyi semua
siswa beranjak dari tempat istirahatnya menuju ke kelas masing-masing begitupun
dengan mereka. Kini tibalah mata pelajaran yang mereka semua suka ya pelajaran
Matemakika, pelajaran Mami Nunuk. Matematika adalah pelajaran yang paling
anak-anak suka selain menantang, mengasyikkan dan menyenangkan gurunya pun juga
seru meski kadang nyebelin tapi tetep aja mereka ngefans banget ma guru
matematika yang kami panggil mami Nunuk. Semua siswa serius menggikuti
pelajaran hingga bel pulang berbunyi.
Bel pulang berbunyi semua siswa
siswi berhamburan keluar. mereka ber-6 tidak langsung pulang, mereka beli jajan
dulu di kantinnya bu kolis sambil bercakap-cakap dengan berbagai tema. Setelah
cukup lama mereka bercakap-cakap mereka pun memutuskan untuk pulang karna mereka
harus bersiap-siap untuk ujian kenaikan kelas pada hari Senin.
mereka pun pulang sesampainya di
depan rumah Sisca, diapun berpamitan pada sahabatnya.
”semuanya duluan ya….!” Katanya.
”iya, jangan lupa untuk belajar ya…supaya kita bisa naik
kelas bareng-bareng….!”jawab octa.
”so pasti donk….”jawabnya.
Setelah di rumah Sisca pun mempersiapkan semua yang ia
butuhkan untuk ujian besok senin termasuk belajar sampai larut malam.
1 Minggu berlalu ,kini tiba
waktunya untuk menerima rapot dan penempatan kelas 9. Allhamdulillah mereka
semua naik kelas dengan nilai yang memuaskan. Tapi yang buat Sisca sedih adalah
kelas 9 ini dia tidak sekelas lagi sama sahabat-sahabatnya, dia hanya sekelas
dengan 2 sahabatnya yang gak sepenuh nya ngerti posisinya. Tapi dia bersyukur karna
dia masih bisa bersama sahabatnya di kelas 9 walau hanya 2 anak saja.
Hmm… Hari demi hari dia lalui selaras dengan
adaptasi pada teman-teman baru dan lingkungan baru. Hari demi hari juga 2 sahabatnya
semakin menjauh darinya. Entah apa salahnya, apa yang sudah dia perbuat
sehingga mereka menjauhinya?. Dia merasa sedih karna meskipun mereka sekelas
dengannya dan raga mereka juga dekat dengannya tapi hati dan perhatian mereka
tidak untuknyna, melainkan untuk teman-teman baru mereka di kelas 9 ini.
2 sahabat Sisca ini sangat berbeda dengan
sahabat yang lainnya memang raga mereka jauh dari Sisca tapi perhatian dan
kepedulian mereka berada dekat dengannya. Termasuk om Ferdy, meskipun mereka
jarang bertemu, sebenarnya itu yang membuat hubungan persahabatan mereka jadi
lebih erat. Misalnya Octa, meskI dia lebih dekat dengan Slati tapi dia tidak
melupakannya. Agita juga dia punyak sahabat namanya Memey dari kelas 7 dan sekarang
kelas 9 mereka sekelas, tapi Agita masih peduli dan perhatian sama Sisca.
Memang sih di kelas 9 ini banyak
yang berubah mulai dari kelas, teman, guru, mata pelajaran bahkan
sahabat-sahabatnya. Sebenernya dia juga tahu kalau kelas 9 ini teman-temannya
kelas 7 dulu. Tapi yang buat Sisca sakit hati apa begitu cara memperlakukan
sahabat barunya sendiri? Slati deket sama Ferlia, yang mana Ferlia ini juga membenci
Sisca. Dan caranya itu sangat menyakitkan. Baginya Slati dan Ferlia itu 11-12 sama-sama
gak punyak hati. Sisca akui mereka memang pandai, tapi apa gitu sikapnya kalau
ngak suka sama anak yang gak sepandai sepertinya? ehm……sabar ya sis…
Oh iya, lupa hari ini kan jadwalnya
convertation. Hem… akhirnya Sisca bisa ketemu sama om Ferdi dan Okta tapi
sayang Agita dan Rita gak ikut convertation. Tapi ya gak papa lah yang penting
ada Octa ma Ferdi jadi dia bisa curhat deh sama mereka. Oh ya dia ikut convertation
ini juga karna saran dari Ferdy loh.. emmm.. memang dia ma Ferdi cukup dekat
tapi kita gak ada hubungan apa-apa kecuali sahabat ,walaupun dulu Ferdi pernah
suka sama dia, tapi Sisca dan Ferdy lebih baik sahabatan aja karna kan kalau
pacaran nanti takutnya sering berantem dan ya banyak masalah gitu deh. Oh ya
partnernya Sisca di convertation juga om Ferdi, loh...
Convertation berakhir itu berarti
waktu nya bersama Octa dan Ferdi juga berakhir. Sebenernya hari-hari biasa mereka
bisa ketemu sih tapi ya ada saja lah halangannya. Ada yang sibuk ngerjain pr, ada
yang dikasih tugas dan harus di kumpulkan, ada yang disuruh ini ada yang di suruh
itu, aaahhh pokoknya susah deh kalo mau ketemu mereka sekarang ini. Gak kayak
dulu tiap hari ketemu, jajan bareng, baca buku bareng, ngerjain pr bareng
pokoknya smuanya bareng deh. Tapi sekarang itu semua seakan musnah di telan
bumi.
Kelas 9 ini sisca slalu berusaha
sabar menghadapi slati, ersa dan ferlia. Alhamdulillah dia bisa melewatinya,
dan 3 minggu lagi dia akan melaksanakan UN atau Ujian Nasional. Dengan waktu
yang tersisa itu dia gak begitu fikirkan sikap dan perlakuan mereka ber-3, tapi
dia gunakan waktu yang tersisa ini untuk fokus berlatih soal-soal persiapan
untuk UN nanti.
Saat Sisca sedang asyik mengerjakan
soal latihan matematika tiba-tiba saja dia mimisan. Entahlah sudah 2 minggu ini
dia sering mimisan dan pingsan, dia ngak tahu apa yang terjadi padanya. Dan yang
terakhir dia pingsan di sekolahan dia di bawa ke rumah sakit oleh wali kelasnya,
dan ternyata ia menyidap penyakit yang bernama leukimia atau kanker darah dan
dokter memfonisnya jika umurnya tidak lama lagi. Ya ampun sedih banget karna mulai
saat itu dia merasa kebahagiaan menghilang dari hipupnya. dia terus berusaha
tegar dan tersenyum seolah-olah tidak ada yang terjadi padanya ,tapi nyatanya
hidupnya tidak lama lagi.
Tapi dia juga senang karna slati, erza,
ferlia jadi lebih dekat padanya. sahabat-sahabatnya teman-temannya dan juga someone
jadi lebih dekat dengannya juga. Mereka slalu menemanninya kemanapun dia
berada. mereka slalu memberinya semangat agar tidak pernah putus asa. Dia seneng…
banget akhirnya sahabat-sahabatnya kembali lagi padanya.
Meski setiap hari dia merasakan
sakit tapi dengan kehadiran mereka rasa sakit itu sedikit berkurang. dia seneng
banget bisa miliki sahabat dan berada di dekatnya di sisa-sisa hidupnya. dan
mulai sekarang hari-harinya jadi lebih bahagia dan tiada hari tanpa mereka. canda
,tawa selalu bersamanya. diapun terus berlatih menggerjakan soal-soal untuk
persiapan UN dan berharap dia masih bisa menggikuti UN.
Saat dia sedang mengerjakan soal latihan bersama sahabat-sahabatnya tiba-tiba saja dia mimisan dan dia harus di rawat di rumah sakit. Hingga akhirnya tibalah waktunya untuk meninggalkan mereka semua, sedih karna dia harus berpisah dengan sahabatnya dan gak bisa ikut UN ,tapi mungkin dia juga seneng karna sahabatnya berjanji akan slalu mengingatnya meskipun dia tidak berada di sisi mereka lagi. dan inilah kata-kata terakhirnya untuk para sahabatnya
”terimakasih banyak untuk semuanya,,
kalian adalah sahabat-sahabat terbaikku, kalian slalu menemanniku, menjagaku
dan membuatku slalu tersenyum di akhir sisa hidupku aku tidak akan pernah
melupakkan kalian, meski aku sudah tiada lagi di dunia ini., aku akan tetap
melihat kalian dari atas sana, terimakasih dan selamat tinggal.!” You’re the
best…
dan sebelum dia menutup mata untuk selama-lamanya someone
pun datang memberinya setangkai mawar merah dan senyuman manis untuknya. Dan diapun
menutup matanya untuk selama-lamanya.
Keluarga, teman teman, dan juga para sahabat Sisca menanggis
tiada henti melihat tubuhnya yang tak lagi bernyawa, hanya teriakan yg mampu
keluarga dan temannya laukan berharap Sisca terbangun deri tidur lelapnya,
namun, itu semua sia sia.
Setelah pemakaman…
“Slat, ni ada surat terakhir dari Siska buat kamu” kata Octa
My bestfriend,
Hay Slati ,saat kamu baca
surat ku ini pasti aku udah gak bersama kamu lagi. em… slat aku mau nanyak
kenapa se kelas Sembilan ini kamu kok menjauh dariku gak mau berteman ma aku
lagi ,sebenernya aku salah apa ma kamu? kalau aku punya salah aku minta maaf
ya.
Goodbye slati don’t forget me,
please. And I have only song for you, I hope you like this, read please :
jogeuman nalgaetjit neol
hyanghan ikkeullim naege ttaraora sonjitan geot gataseo, aejeolhan nunbitgwa
mueonui iyagi gaseume hoeoriga morachideon geunal bam, omyohan geudaeui moseube
neogseul nook hanappunin yeonghoneul ppaetgigo, geudaeui momjise wanjeonhi
chwihaeseo sum swineun geotjocha ijeobeorin nainde, walcheugheoreom sappunhi
anja nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha. (Exo
~ Don’t Go)
terimakasih atas canda, tawa
dan waktu yg kau beri untuku,,,
Sahabatmu
Tary
Tamat....
selesai sudah cerpenku guys,,, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk saya. Jangan lupa comentnya ya guys,,, :):)







Jek akeh seng typo, siska ae sisca.
BalasHapushaha... itu karena aku lagi lupa itu tadi pakek k apa c ya.. begitu hahahha.....
Hapusbut, thanks ya.... koreksinya...