"PENYELAMAT DUNIA"
hay kawan,,, bosen banget nih aku ngak ada kerjaan, yaudah lah iseng iseng aja nulis cerpen, eh.. jadi juga nih cerpennya. Tapi,,, ya gitu deh,, gu kan bukan penulis yang ahli, ya jdi cerpennya ngak sebagus cerpen cerpen ciptaannya penulis yang udah ahli, hehe.... jadi harap maklum ya kalau ceritanya ngebosenin atau norak..,, peace.. :):)
Semuanya terjadi saat aku berusia 15 tahun, berawal dari benda kecil yang ku temukan di dekat sungai. Bentuknya unik, langka, lucu dan menakjupkan. Benda kecil itu adalah sebuah batu yang menpunyai pelanggi karna batu itu di penuhi oleh warna 2 yang indah dan menentramkan jiwa. Awalnya aku tak ingin membawanya pulang tapi aku berupah fikiran setelah aku berjalan sejauh 2 meter dari batu itu aku pun kembali untuk mengambil dan membawa batu itu pulang. Aku sering bicara sama batu itu dan suatu waktu aku bekata pada batu itu
”batu,seandainya aku bisa terbang pasti, pasti senang sekali rasanya,hemm….” dan ajaibnya setelah aku selesai berkata itu pada batu aku pun terbang dan melayang layang di ruang kamar ku hu….keren banget…!,di saat itulah aku menyimpulkan bahwa batu yang ada di tangan ku saatini adalah batu ajaib.
Setelah kejadian tersebut, batu itu selalu ku bawa kemanapun aku pergi. Dan batu itu selalu mengabulkan apa yang ku inginkan. Aku sangat senang sekali bisa memiliki batu ajaib itu ,begitupun dengan Radit sahabat terbaikku dari kecil dan dapat di percaya, meski kami sering dilanda pertanyaan yang slalu menghantui “dari mana asal batu itu”dan “apa sebenarnya batu itu, kenapa sampai bisa punya kekuatan yang bisa mengabulkan apa yang diminta” dan batu itu tak pernah memberi tahu kami.
Aku senang sekali bisa miliki batu itu, batu yang memberi kebahagiaan untuk ku dan Radit. Aku sangat takut jika kehilangan batu ajaib itu. Mungkin jika batu itu hilang dari ku, maka kebahagiaan juga akan pergi dariku. Maka dari itu aku sangat menyayanggi batu munggil itu. Ku jaga selalu dan ku rawat dengan baik.
Hingga suatu malam aku bermimpi sangat buruk,
”Aku bermimpi ada sekelompok orang memakai jubah berwarna hitam panjang, matanya berwarma merah dan menyala seperti kobaran aapi, salah-satu dari mereka melangkah mendekattiku dan berkata ”berikan batu itu padaku, jika tidak kamu akan melihat teman yang kamu sayangi tersiksa, igatlah Radit adalah orang yang paling kamu sayang akan menderita dan kamu tak akan pernah bisa mengatakan perasaanmu kedepadanya! serahkan batu itu! serahkan batu itu!serahkan batu itu!””aku pun berteriak teriak hingga aku pun terbangun dan memikirkan tentang mimpi yang baru ku alami.
Aku pun beranjak dari tempat tidurku dan melaksanakan kewajibanku terhadap Tuhan yang telah memberiku nyawa. Setelah itu aku melakukan aktivitas pagi ku dan bersiap siap berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah aku langsung menemui Radit dan bertanya padanya
”Radit apa kamu terlukaa?” dia pun menjawaab “enggak emangnya kenapa?” dan aku pun langsung pergi meninggalkannya menuju kelas. Radit mengikutiku, duduk di sebelahku dan bertanya tentang aku yang bertanya padaanya tadi dan akupun menjelaskannya padanya “bahwa ada seseorang yang mengiginkan batu itu dan kamu akan terluka!”aditpun melonggo mendengarkan penjelasanku.
Pulang sekolah aku langsung memegang batu kecil itu dan ketiduran.aku pun bermimpi batu kecil yang ada di tangan ku saat ini berubah menjadi bidadari yang sangat cantik, tapi ia menangis di hadapanku dan berkata "aku adalah jilmaan dari batu yang kamu miliki saat ini,kamu adalah anak yang di takdirkan Tuhan untuk menyelamatkanku dan membebaskanku dari sekelompok iblis yang semalam datang dalam mimpimu!” aku pun terbangun dan menelepon Radit supaya dia datang ke rumahku.
Setelah Radit sampai di rumahku aku pun langsung menceritakan semua yang ada di dalam mimpiku. Radit sedikit tak percaya dengan semua yang ku alami karna dia tak mengalaminya. Dan aku pun menyuruhnya malam nanti untuk tidur dengan batu di tangannya.
Malam pun tiba Radit melakukan apa yang ku suruh tadi sore, dan dia mengalami mimpi yang sama denganku hanya saja yang dikatakan oleh jilmaan batu itu berbeda dalam mimpi Radit dia berkata
”Radit kau adaalah sahaabat satu-atunya yang di miliiki Sandra .kamu di takdirkan oeh Tuhan untuk menemaninya dalam suka maupun duka dan sekarang ini kamu di utus Tuhan untuk menemaninya untuk menyelamatkan dunia ini dari sekelompok iblis yang ingin menghancurkan dunia”.
Setelah mengalami mimpi itu kami sering bersama dan mencari asal-usul dari batu itu dan sekelompok iblis jubah hitam di internet. Aku menulis di pencarian batu pelanggi ,enter dan muncul gambar batu yang ada di tanganku saat ini. Di situ tertulis “batu pelanggi jatuh dari luar angkasa di pulau jawa setelah di foto batu itu akan di musiumkan tapi anehnya saat akan di ambil batu itu bercahaya pelanggi dan menghilang entah kemana.sehari setelah batu itu 2 orang warga mengaku pada malam hari meliht sekelompok orang memakai jubah hitam dengan mata merah menyerupai kobaran api, dari kejadian tersebut banyak sekai kejadian kejadian aneh yang tak masuk di akal”.
Setelah aku membaca tulisan yang tertera di layar leptop ku itu aku sadar barwa kejadian yang terjadi adalah ulah dari sekelompok ibliss yang ingin bumi ini hancur. Mulai dari situ aku bertekat aku akan membantu jimaan batu itu untuk menyelamatkan alam semesta ini, meski nyawa ku taruhannya. Radit pun tersenyum dan berkata "aku akan selalu ada di sampingmu,aku akan melindunggimu ,aku akan ikut berjuang denganmu meski nyawa sebagai taruhanya"
2 hari berlalu, setelah aku mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia ini. Berita di televise slalu menyiarkan bahwa banyak orang yang melihat sekelompok orang berbaju hitam dengan mata yang menyala seperti kobaran api. Lalu aku dan Radit mencari batu kecil yang ku letakkan di meja belajar ku namun tak ada, kami terus mencari dan mencari tapi tak kunjung kami temukan. Dan kami melihat cahaya putih di balik almari kami hampiri dan ternyta jilmaan batu yang ada di mimpi kami kini benar benar ada di hadapan kami.
Sosok itu berkata ”mereka telah datang, mereka telah tiba, kalian harus bersiap, kalian akan menghadapi rintangan yang sangat berat, kalian harus bersiap, bersiap dan bersiap…!” dan sosok itu bercahaya putih yang menyilaukan mata, cahaya itu masuk ke tubuh kami dan muncul batu kecil di hadapan kami. Tiba tiba saja "BUM…" suara ledakkan yang sangat keras terdengar hingga menggetarkan dinding dinding rumah. Kamipun keluar menuju ke sumber suara dan ternyata sekelompok iblis dengan mata menyala berada di hadapan kami saat ini.
Mereka sangat banyak, mereka panas dan menakutkan. Salah satu dari mereka mendekati kami dan berkata ”mana batunya? serahkan pada kami! serahkan..an….an…an..”suara itu mengema di telinga kami. Mereka mengeluarkan api, mereka menghangguskan semua yang menghalingginya. Kami berlari, berlari dan terus berlari. Hingga akhirnya kami sudah berada di dalam hutan. Hutan yang tak seorangpun berani menginjakkan kaki di hutan tempat kami berdiri saat ini. Hutan yang di kenal dengan hutan angker, hutan kutukan dan hutan para iblis tinggal.
Kami ketakutan, kami kedinginan kami juga kelaparan kami terus memberanikan diri untuk terus masuk ke dalam hutan angker tersebut. Semakin lama kami berjalan masuk semakin nyaman di rasakan. Hingga kami berhenti dan bertanya-tanya pintu apa yang ada di hadapan kami ini? Raditpun memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut dan kami sangat terkejut setelah kami melihat apa yang ada di sana, ternyata apa yang dibilang tentang hutan ini semuanya bohong. Hutan ini sangat tidak menyeramkan justru menentramkan. Tempatnya indah, sunyi, segar. Huh……..tiba tiba suara itu mengagetkan kami, mereka sudah terlihat oleh kami, mereka membakar semuanya. Kamipun berlari dan berhenti di sebuah gubuk tua.
“Gubuk tua di dalam hutan?” tanyaku pada Radit ”entahlah” jawab Radit. ”memang ada orang yang tingal di dalam hutan, atau mungkin ini bukan rumah orang tapi rumah…rumah…””he…ngomong apa si jangan duga duga donk” Radit mengagetkan ku. "Tap-tap-tap-tap" terdengar suara langkah menuju ke rumah tempat kami sembunyi. Kami ketakutan, kami saling memandang, kami saling berpegangan, dan ternyata 4 kurcaci mengetahui keberadaan kami dan berkata ”siapa kalian kenapa kalian bisa sampai sini, kenapa kalian disini?” Radit menjelaskan “maaf kami tidak bermaksud menganggu, kami bersembunyi dari kejaran iblis yang ingin menghancurkan dunia dengan batu pelanggi yang ada di tanggan sahabat saya!”
“Sekelompok iblis Tanya kurcaci “iya”jawabku “apa mereka berpakaian hitam panjang dan mata yang menyala seperti kobarn api?” Tanya salah satu dari ke4 kurcaci “ya benar, bagaimana kalian bisa tau itu?” Tanya Radit “dulu kami mempunyai junjungan dia sangat baik, dan penyanyang hingga suatu saat sekelompok iblis datang ingin membunuh junjungan kami karna mereka tak bisa menghancurkan bumi ini selama junjungan kami masih hidup ”berhenti menjelaskan “
lalu apa yang terjadi dengan junjungan kalian”tanyaku “muncul cahaya di langit dan ada suara yang berkata “junjungan kalian penyelamat bumi, tapi junjungan kalian tak bisa hadapi itu sendiri. Junjungan kalian bisa hadapi para iblis dengan bantuan 2 anak yang berhati mulia. junjungan kalian akan aku ubah wujud dan ku letakkan ke pulau yang di huni oleh 2 anak berhati mulia tersebut!” begitulah ceritanya
“apa junjungan kalian adalah jilmaan dari batau ini?” tanyaku ”iya” jawabnya tiba tiba saja batu yang berada dalam genggamanku bercahaya dan berubah wujud.”ratu” kata para kurcaci yang ada di sana, sosok itu berkata ”terima kasih atas kesetiaan kalian, aku baik baik saja kalian jangan khawatir aku akan berjuang dengan ke 2 anak yang berhati mulia ini. Berhati hatilah kalian”Sandra, Radit siapkah kalian hadapi rintangan yang berat ini?” Tanya sosok itu “kami siap, apapun yang terjadi dengan kami nanti kami siap” jawab Radit. Sosok itupun berubah lagi menjadi batu kecil.
"Bum…" suara ledakan itu terdengar lagi kami pun lari sekuat tenaga, untuk menghintari penyerangan di tempat tanggal para kurcaci yang baik hati. Kami berlari dan kami berhenti karna langkah kami terhalang oleh sungai yang sangat deras. Tak ada pilihan lain kami pun harus hadapi mereka. Mereka menyerang kami, menyembur kami dengan api dari mulutnya. Kami terus menghindar dan menghindar hingga akhirnya muncul ide. Api lawannya air itu berarti untuk mengalah kan iblis api ini kita harus menyiramkan air ketubuhnya .
Tapi kami bingung kami harus gunakan apa untuk menyiramkan air ke iblis itu. Entah apa yang terjadi pada kami tiba tiba kami mempunyai ilmu seperti tokoh kartun yang kami idolakan, ya avatar yang bisa mengendalikan 4 Item alam di bumi ini salah satunya adalah air, kami bisa membuat bola air denngan tanggan yang hanya di putar putarkan membentuk bola. Kami pun membuat bola bola air dan kami lemparkan ke para iblis. Kami berhasil iblis itu kalah jika tubunya terkena air, dan kamipun menyatukan kekuatan kami lalu membuat bola air yang teramat sangat besar dan kami hempaskan ke tubuh para iblis yang hendak menyemburkan api nya ke pada kami. "BAM.."
"HORE……" teriak kami berdua, karna kami berhasil memusnahkan iblis api yang sudah menelan banyak korban jiwa dan juga menghancurka bumi. Tapi kemudian kami mendengar suara yang berkata ”AWAS…..akan kembali untuk membalaskan demdam pada kalian atas semua ini, aku akan kembali….ha….ha…tunggu pembalasanku..ha…”dan suara itu pun menghilang.
Kami senang tapi juga takut, senang karna iblis yang selama ini meresahkan umat manusia kini telah tiada, takut karna iblis yang meresahkan umat manusia akan kembali lagi dan akan memusnahkan alam semesta ini. Tiba tiba saja batu yang berada dalam sakuku bercahaya dan berubah menjadi sosoknya yang dulu yaitu ratu di Negara kurcaci. Sosok itu berkata ”Sandra, Radit terimakasih atas bantuan kalian untuk menyelamatkan dunia ini, kalian memang anak yang baik sebagai tanda terima kasihku aku tidak akan mengambil lagi ilmu penguasa air yang telah ada dalam diri kalian” kata sosok itu “lalu apa kami tidak bisa pulang? dan bagaimana tempat tempat yang telah di bakar oleh iblis setan itu?”tanyaku sosok itu hanya tersenyum.
“kemarilah ikut denganku”ajak sosok itu, kami pun mengikutinya, kami di ajak ke suatu tempat dimana tempat itu seperti surga yang ada di dogeng dongeng. ”abillah air yang dari sungai itu dan pasir di pingir sugai, letakkan pasir di depan rumah kalian dan siram dengan air sungai yang kalian ambil itu” kata sosok itu “untuk apa memangnya?" Tanya Radit “lakukan saja kamu akan tahu nanti” jawabnya
Kami pun diantar pulang oleh sosok itu dengan ayunan tongkat ajaibnya, dalam sekejab kami tlah berada di depan rumah kami langsung melakukan apa yang dikatakan oleh sosok itu dan ternyata semuanya berubah seperti semula bahkan lebih indah lagi. Kamipun tersenyum dan melambaikan tangan pada sosok itu dan dalam sekejap mata sosok itu menghilang dari penglihatan kami.
“Sandra” panggil Radit “iya kenapa” tanyaku “sejujurnya aku sayang sama kamu, aku gak mau kehilanganmu. Kamu adalah anak yang buat ku nyaman dekat sama kamu, kamu juga bisa buat aku semangat lagi jalani hidup setelah musibah yang ku alammi. Sandra aku cinta sama kamu, aku suka sama kamu. Kamu…mau gak jadi sahabat yang tak pernah pergi dari hidupku” jelas Radit “ha….kamu gak salah ucap kan” tanyaku (Radit menggeleng) ”Radit sebenernya aku juga sayang sama kamu, aku juga suka sama kamu, aku mau kok jadi orang special dalam hidupmu” jawabku Raditpun tersenyum dan memelukku.
Setelah kejadian itu kami lebih bahagia dalam jalanni hidup dan kami slalu bersama dalam suka maupun duka.
Sekian dulu ya cerita dari aku temen2 semoga kalian bisa ambil hikmah nya,terima kasih dan terus semangat jalani hidup.
ALWAYS HAPPY ENDING
MAAF YA KALAU CERITANYA NGEBOSENIN... :):)
jangan lupa kritik dan saran..:)
jangan lupa kritik dan saran..:)







Jek akeh kata seng typo sis. Tapi cukup lah nek digawe neng blog
BalasHapusJek akeh kata seng typo sis. Tapi cukup lah nek digawe neng blog
BalasHapushaha,,, benarkah banyak yang typo?
Hapusits okay thank ya masukannya
next time aku akan lebih berhati-hati lagi... :)